Apabila pada malam hari ketika langit cerah apa kalian pernah memandangnya ? Lihatlah betapa banyaknya bintang-bintang yang ada dan tampak dilangit bukan ? Apa kalian dapat menghitungnya ? Tentu saja tidak . Siapa yang bisa menghitungnya ? Bintang merupakan salah satu benda langit . Bneda-benda langit lainnya antara lain planet , satelit dan asteroid . Benda langit ada yang memancarkan cahaya sendiri dan ada pula yang hanya memantulkan cahaya dari benda langit lain , misalnya satelit dan planet . Benda langit yang memancarkan cahaya sendiri disebut bintang . matahari merupakan salah satu contoh bintang . Coba bangun pagi-pagi dan berdirilah memandang ke arah bagian timur ke arah matahari terbit . Mula-mula , matahri tampak seluruhnya . Matahri tampak bulat yang diiringi terpancarnya sinar ke seluruh penjuru dunia . Matahari memang merupan pusatnya tata surya . Karena matahari dikelilingi oleh planet-planet karena gravitasi (gaya tarik) matahari yang sangat besar . Matahari merupakan benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri . Oleh karena itu matahri disebut juga sumber cahaya atau bintang .
Kamis, 07 Januari 2010
Tata Surya
Tsunami
Gerakan vertikal pada kerak bumi , dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar . Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi , dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Upaya Penghijauan
Usaha dalam Perubahan Diri
Visi di Sebuah Kepemimpinan
Vitamin Dalam Tubuh
Zaman Neolitikum
Pada zaman neolitikum , keadaan lingkungan alam cukup banyak berubah . Naiknya permukaan air laut menyebabkan daratan bertambah sempit . Udara menjadi lebih panas . Sehingga membuat daerah menjadi sangat kekeringan . Wilayah tempat manusia berburu makin sempit , sementara penduduk bumi semakin bertambah . Semua itu menyebabkan manusia tidak lagi dapat sepenuhnya menggantungkan diri dari perburuan . Mereka harus mampu menghasilkan makanan sendiri . Karena itu , manusia mulai membudidayakan tanaman dan beternak hewan tertentu . Jadi manusia yang dulunya hanya menjadi pengumpul makanan kini menjadi penghasil makanan . Perubahan yang sangat mendasar itu sering disebut revolusi neolitikum , walaupun sebenarnya perubahan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama . Pada masa bercocok tanam , pertukaran barang atau bartet sudah dilakukan . Rupanya di daerah yang kaya batuan orang lebih banyak menambang batu untuk dibut beliung . selain dipakai sendiri , sebagian hasilnya ditukarkan dengan benda lain yang tidak dapat mereka hasilkan sendiri . Demikian juga , penduduk yang dapat membuat gerabah akan menukarkan sebagian hasil kerajinan mereka dengan barang lain , misalnya dengan garam atau ikan dari sebagian penduduk pesisir yang ada
Mencapai Tujuan dalam Sebuah Management yang Baik
seseorang dapat mengorganisir karyawan atau bawahannya dalam rangka mencapai suatu tujuan yaitu menciptakan sebuah tujuan tertentu . Tentunya pernah bukan? Atau mungkin anda dapat mengatasi hal tersebut . Dalam bidang ekonomi, penerapan prinsip dan fungsi manajemen semakin terasa. Misalnya salah satu contohnya di perusahaan konveksi yang menghasilkan pakaian jadi. Di perusahaan tersebut terlebih dahulu ditetapkan jenis pakaian apa yang akan dihasilkan. Kemudian ada pembagian tugas untuk mengukur, membuat pola, memotong bahan, menjahit, mengobras dan lain-lain. Akan tetapi walaupun tugasnya berbeda-beda, namun tujuan akhirnya sama, yaitu jenis pakaian yang telah direncanakan semula. Disinilah maka dari itu sangat diperlukan adanya kerjasama antar karyawan yang dibimbing oleh pimpinan. Jika tidak, maka semua yang menjadi kerabat kerja akan merugi, begitu pula pimpinan dan perusahaan pada umumnya. Karena sebuah kerja sama yang baik pastinya akan mendapatkan hasil yang baik juga . Semua awal yang baik tidak akan terjadi untuk hasil yang merugikan . Lalu bagaimana merencanakan suatu kegiatan usaha dalam suatu organisasi atau instansi? Pada dasarnya langkah-langkahnya sama dan apa yang menjadi tujuannya . Buatlah sebuah tujuan yang bermanfaat . Karena dengan adanya tujuan dapat membuat sebuh pengerjaan yang akan dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik .